NICHIREN SHU

logo

Nichiren Shu (日蓮宗) secara harfiah berarti Sekte Nichiren atau Aliran Nichiren. Shu berarti Sekte, Aliran, Sect, School. Nichiren sendiri adalah nama dari Pendiri yakni terdiri dari 2 aksara yakni Nichi = Matahari, Ren = Teratai. Nichiren Shu didirikan pada 28 April 1253, ketika Nichiren Shonin secara resmi mendirikan aliran ini dengan menyebarluaskan Odaim0ku “Namu Myoho Renge Kyo” yang merupakan judul dari Saddharma Pundarika Sutra dalam bahasa Jepang. Nichiren Shonin sendiri mengambil fokus pada penyebarluasan ajaran Saddharma Pundarika Sutra dan Buddha Sakyamuni sebagai altar utama, yang merupakan representasi dari Buddha Pokok Abadi dari Bab.XVI Saddharma Pundarika Sutra.

Nichiren Shonin terlahir dalam keluarga nelayan di Kominato, sebuah desa kecil di Jepang, dan sejak umur 6 tahun telah menjadi seorang bhiksu dibawah asuhan gurunya Dozenbo (kepala kuil Seichoji, Tendai Shu). Setelah Beliau belajar hampir seluruh sutra dan seluruh kuil utama di Jepang, Beliau menyatakan bahwa pada masa akhir dharma, Sutra yang mampu memberikan kebahagian sejati dan pencapaian Kesadaran Buddha hanya melalui Saddharma Pundarika Sutra dan menyebut judul sutra (Odaimoku) “Namu Myoho Renge Kyo” sebagai intisari ajaran ini, dan mengembalikan pemujaan utama kepada Buddha Sakyamuni sebagai hal  yang utama.

Nichiren Shu (日蓮宗) adalah perhimpunan dari murid-murid Nichiren Daishonin yang berasal dari Enam Murid Utama yaitu:

  • Aliran Minobu (didirikan oleh Niko Shonin)
  • Aliran Hama (didirikan oleh Nissho Shonin)
  • Aliran Ikegami (didirikan oleh Nichiro Shonin)
  • Aliran Nakayama (didirikan oleh Nichijo Shonin)
  • Aliran Fuji (didirikan oleh Nikko Shonin, tetapi sebagian bergabung dalam Nichiren Shoshu)
  • Nichiji Shonin tidak mempunyai murid yang diturunkan

 

Kuil-Kuil Penting Nichiren Shu antara lain:

  1. Kuil Minobu Kuonji (didirikan oleh Nichiren Daishonin) sebagai Kuil Utama / Pusat Nichiren Shu dan tempat makam Nichiren Daishonin
  2. Kuil Ikegami (tempat Nichiren Daishonin meninggal dunia)
  3. Kuil Tanjohji (tempat Nichiren Daishonin lahir)
  4. Kuil Seichoji (tempat Nichiren Daishonin menjadi Bhiksu)
  5. dan masih banyak kuil bersejarah lainnnya.

 

Secara silsilah maka Nichiren Shu dapat dilihat dari garis Nagarjuna, Maha Guru Tien Tai, Maha Guru Dengyo (Pendiri Tendai Shu Jepang), dan Nichiren Shonin (Pendiri Nichiren Shu)

Kuil Minobusan Kuonji, dibangun oleh Nichiren Shonin pada tahun 1274, merupakan Kuil Pusat dari Nichiren Shu. Kuil ini terletak di Prefektur Yamanashi, Jepang. Pusat administrasi Nichiren Shu berlokasi di Kamakura, Tokyo, menangani lebih dari 6.000 an kuil Nichiren Shu di Jepang dan lebih dari 9.000 bhiksu dan bhiksuni diseluruh Jepang. Ini belum termasuk kuil di luar Jepang yang diorganisasikan oleh NBIC (Nichiren Buddhist International Center) yang berpusat di Amerika Serikat. Nichiren Shu juga merupakan anggota dari Japan Buddhist Federation and Word Fellowship of Buddhist.

Website Link Japan Buddhist Federation : http://www.jbf.ne.jp/english/jbf.html

Penjelasan lebih lengkap tentang Nichiren Shu dapat di akses dengan mengklik link dibawah ini:

  1. Tri Ratna / TiSarana / Tiga Pusaka Nichiren Shu
  2. Penjelasan Tentang Tiga Hukum Rahasia (San Dai Hi Ho)
  3. Penjelasan Tentang Odaimoku “Namu Myoho Renge Kyo”
  4. Silsilah Dharma Nichiren Shu
  5. Penjelasan Mengenai Gohonzon
  6. Pictorial Mandala Gohonzon Nichiren Shu dan Penjelasan
  7. Manual of Nichiren Shu Buddhism (Bahasa Indonesia)

Nichiren Shu (salah satu anggota Japan Buddhist Federation)

Kuil Pusat: Kuil Minobu-san Kuon-Ji
Minobu 3567, Minobu-cho, Minami-Kyoma, Yamanashi Pref. Japan

Kantor Pusat Nichiren Shu
Ikegami 1-32-15, Ota Ward, Tokyo Pref. Japan

Archbishop: Uchino Nisso
Chief Administrator: Kobayashi Junkou

 

PERHIMPUNAN BUDDHIS NICHIREN SHU INDONESIA (PBNSHI)

LogoPBNSHItransparan

Sejarah Awal

Pada akhir tahun 2002, Bpk.Sidin mempunyai sebuah grup di internet bernama “YURAKU” dimana dalam grup ini berkumpul para nitizen dengan latar belakang agama Buddha dan pada saat itu Bpk.Sidin berkenalan dengan Bpk.Alexandar dari Penang Nichiren Shu, yang kemudian memperkenalkan tentang ajaran Nichiren Shu. Akhir tahun 2002, Beliau bersama beberapa orang yang tertarik dengan ajaran ini berangkat ke Penang atas undangan umat disana. Pada saat itu juga Bpk.Sidin menerima Gojukai dan menjadi umat Nichiren Shu pertama di Indonesia bersama Ibu Indrawati, dan Bpk.Bambang. Setelah pulang ke Indonesia, Beliau kemudian mengajak Bpk.Tony dan ternyata mempunyai visi yang sama, sehingga akhirnya atas inisiatif Bpk.Sidin dan Bpk.Tony maka didirikanlah Yayasan Buddhis Nichiren Shu Hokekyo Indonesia pada tanggal 28 April 2003, serta Cetiya bernama Myohosan Renge Ji. Peresmian dilakukan oleh Rev.Tarabini yang datang ke Jakarta. Setelah meninggalnya Bpk.Tony, pada akhir tahun 2012 dilakukan pembubaran Yayasan Buddhis Nichiren Shu Hokekyo Indonesia dan Bpk.Sidin mendirikan Perhimpunan Buddhis Nichiren Shu Indonesia (PBNSHI) dan Yayasan Buddhis Nichiren Shu Hokekyo Indonesia pun dileburkan dalam organisasi baru ini. Pembentukan PBNSHI di dasari bahwa dengan mengambil bentuk Ormas Keagamaan sebagai landasan hukum bukan lagi Yayasan yang bersifat pribadi, maka akan memperluas langkah penyebarluasan Dharma di Indonesia. Ormas Keagamaan memiliki cakupan yang lebih luas dan efektif.

Pada saat sekarang Perhimpunan Buddhis Nichiren Shu Indonesia (PBNSHI) baru mempunyai sebuah cetiya yang berada di wilayah Jakarta dengan nama CETIYA PUNDARIKA (MYOHO SAN RENGE JI), dan mempunyai seorang Bhiksuni (putra asli Indonesia) yang memberikan bimbingan dan pembinaan yakni Rev.Myoufu Ervinna. Secara rutin juga Bhiksu dari Nichiren Shu International dan Asia Tenggara berkunjung ke Indonesia dan melakukan pembinaan.

Perhimpunan Buddhis Nichiren Shu Indonesia (PBNSHI) berada dibawah koordinasi Nichiren Shu South East Asia yang berkedudukan di Singapore. Nichiren Shu South East Asia (Nichiren Shu Asia Tenggara) terdiri dari beberapa kuil dari beberapa negara seperti Malaysia (Penang, Kuala Lumpur, Klang), Singapore, Taiwan, Vietnam, Thailand, dan Indonesia.

Sekarang Perhimpunan Buddhis Nichiren Shu Indonesia sudah terdaftar secara hukum dan telah disahkan dengan SK.Menteri Hukum Dan Ham Republik Indonesia serta juga telah mendapatkan penetapan dari SK Departemen Agama BIMAS BUDDHA RI.

Pada tahun 2015 dilakukan pembelian 2 unit Ruko untuk dijadikan Kantor PBNSHI dan Cetiya Pundarika atas nama Perhimpunan Buddhis Nichiren Shu Indonesia yang berkedudukan di Jakarta Barat. Saat sekarang pun, Bpk.Sidin pun telah menjadi seorang Shami atau Calon Bhiksu, dibawah bimbingan Rev.Kangyo Noda, Jepang.

Website resmi PBNSHI:

  1. Website Resmi PBNSHI: www.pbnshi.or.id
  2. Fans Page Resmi PBNSHI: www.facebook.com/PBNSHI
  3. Twitter Resmi PBNSHI: www.twitter.com/PBNSHI