PENJELASAN MENGENAI GOHONZON
Oleh : Rev. Senchu Murano

Mandala Map

1. PENGANALISAAN ATAS KATA ‘GOHONZON’

Go adalah suatu awalan kehormatan yang bisa dihilangkan tanpa merubah arti kata. Hon mempunyai makna “akar, fundamental, asal muasal, yang terutama, atau yang terunggul”. Son atau Zon berarti “yang dimuliakan atau yang terhormat”. Akan tetapi, istilah “objek pemujaan” bermakna terlalu dangkal dan tanpa perasaan, suatu istilah yang digunakan untuk Gohonzon yang kita puja sebagai “Yang Paling Mulia Di Dunia Ini”

2. GOHONZON DARI AGAMA BUDDHA NICHIREN SHU

Dalam Agama Buddha Nichiren, Buddha Pokok yang Sesungguhnya adalah “Satu” yaitu Buddha Sâkyamuni. Sintesis/penggabungan ini mewakili Gohonzon dari ajaran agama Buddha Nichiren. Buddha Sâkyamuni mencapai keBuddhaan sejak masa lampau yang tak terhingga. Tiada Buddha lain sebelum Beliau. Dialah Buddha yang pertama, Buddha Pokok. Semua Buddha yang ada di masa lampau, sekarang, dan yang akan datang adalah emanasi/perwujudan dariNya. Buddha Sâkyamuni berkata dalam Sutra Bunga Teratai,

“Jumlah kalpa yang terlampaui semenjak Aku mencapai keBuddhaan telah begitu banyak… Selama masa ini Aku telah memberi berbagai nama untuk diriKu sendiri… Aku menunjukkan replikaKu di beberapa sutra, dan perwujudanKu di sutra-sutra lainnya”

Buddha Sâkyamuni dalam sejarah yang kita kenal tiada lain adalah Buddha Pokok. Dia berkata dalam Sutra Bunga Teratai,

“Para dewa, manusia, dan asura di dunia berpikir bahwa Aku meninggalkan istana kaum Sakya, duduk di tempat penerangan tak jauh dari kota Gaya, dan mencapai Anuttara-samyak-sambodhi empat puluh tahun lebih yang lalu. Sesungguhnya, telah berlalu berjuta-juta kalpa semenjak Aku menjadi Buddha.”

Buddha Pokok diberi nama Sâkyamuni karena Buddha yang ada dalam sejarah tidak memiliki nama lain selain Sâkyamuni. Buddha Pokok Sâkyamuni adalah kekal abadi. Ia berkata dalam Sutra Bunga Teratai,

“Aku tak akan pernah moksa. Aku selalu hidup di sini dan membabarkan Dharma.”

Ia tetap abadi untuk menyelamatkan kita. Definisi Buddha sebagai sesuatu yang kekal ditujukan bagi kita yang ingin mencari keselamatan dalam ajaranNya.

pictorial mandala

3. PATUNG BUDDHA SAKYAMUNI KEKAL ABADI

Seseorang boleh saja menghormati patung Buddha Sâkyamuni dengan menganggap bahwa itu adalah Buddha Sâkyamuni Kekal Abadi. Nichiren Daishonin sendiri selalu membawa-bawa sebuah patung kecil Buddha bersama dirinya, dan menghormatinya sebagai Buddha Sâkyamuni yang Pokok dan Abadi. Namun bagaimana kita bisa membedakan patung Buddha Sâkyamuni Abadi dengan patung yang disembah oleh orang-orang yang tidak tahu atau tidak memperdulikan kesejatian dan keabadian Buddha Sâkyamuni? Sesuatu harus dilakukan untuk membedakan patung Buddha Sâkyamuni Abadi.

Nichiren Daishonin menganjurkan suatu set patung yang terdiri dari: Buddha Sâkyamuni dengan disertai oleh Ke-empat Bodhisattva Jogyo, Muhengyo, Jyogyo, dan Anryugyo, yang menurut Sutra Bunga Teratai adalah pengikut-pengikut utama dari Buddha Pokok Sâkyamuni. Membuat sebuah kelompok patung bukanlah suatu saran baru. Banyak sekte-sekte lain yang telah mengeluarkan berbagai kelompok patung sebagai objek pemujaannya. Kebingungan dan kerumitan-kerumitan telah mengabulkan perbedaan antar sekte dan membahayakan keutamaan dari Buddha Sâkyamuni yang Pokok dan Abadi. Nichiren berpendapat bahwa jalan paling sempurna untuk mewakili Buddha Sâkyamuni yang Pokok dan Abadi adalah dengan mengadopsi Daimoku sebagai lambang Dunia Suci dari Buddha Pokok, yang dalam hal ini adalah Dunia Saha yang suci.

Penjelasan lebih lengkap silahkan download file ini : Penjelasan Tentang Mandala Gohonzon